Waris : Kemanusiaan dan Kesetaraan Dalam Kitab Tafsir al-Islam al-Ashl wa al-Shurah Karya Muhammad Syahrur

Mitha Mahdalena Efendi

Abstract


Dalam menjawab konteks sosial yang terjadi pada masa kini, Syahrur dalam kitabnya yang berjudul Al-Islam: Al-Ashlu wa Ash-Shurah menyuguhkan beberapa pemikirannya mengenai kemanusiaan dan kesetaraan, salah satunya perihal kesetaraan dalam pembagian hak waris. Dengan menggunakan teori hududnya, Syahrur mengatakan bahwa sesungguhnya bagian untuk anak laki-laki adalah sebagian dari anak perempuan, hal ini terjadi karena menurutnya laki-laki lebih banyak mengeluarkan energinya dibandingkan dengan perempuan, sehingga ia berhak atas pembagian waris dibandingkan dengan perempuan.

Keywords


Kemanusiaan, Kesetaraa, Tafsir al-Islam al-Ashl Wa Al-Shurah

References


Aplikasi Qsoft V.7.0.5.

Baidan, Nashruddin,Metode Penafsiran al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002

Kurdi dkk,Hermeneutika Al-Qur’an Dan Hadis. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2010.

Mahdalena Efendi, Mitha, dalam Skripsi jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir fakultas Ushuluddin, “ Bentuk Munasabah Dalam Tafsir al-Munir Karya Wahbah az-Zuhaili”, Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2018.

Mustaqim, Abdul.Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: LKiS, 2010.

Syahrur, Muhammad,Al-Islam: Al-Ashlu wa Ash-Shurah. London: Tuwa Media & Publishing Limited, 2014.

Syahrur, Muhammad, Metodologi Fiqih Islam Kontemporer, terj. Sahiron Syamsuddin dan Burhanudin. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2004.

Syahrur, Muhammad, Prinsip dan Dasar Hermeneutika Hukum Islam Kontemporer, terj. Sahiron Syamsuddin dan Burhanudin Zikri. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2007.


Full Text: PDF

DOI: 10.32495/nun.v5i1.101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.