Studi atas Tafsīr Jāmiʿ Al-Bayān Min Khulāṣat Suwar Al-Qurʾān Karya Muḥammad Bin Sulaimān Bin Zakariya Al-Solowī

Alma’arif Alma’arif

Abstract


Jika dibandingkan dengan dunia Islam di Timur Tengah, kaum muslim di Indonesia sebagai umat tergolong masih muda. Ketika ia dianggap masih muda, maka dari sisi warisan intelektual Islam pun tidaklah bisa dibandingkan dengan umat Islam yang tergolong sudah tua peradaban Islamnya. Namun, walaupun masih tergolong muda, tidaklah dapat dipungkiri bahwa umat Islam di Indonesia telah menghasilkan sejumlah karya intelektual yang patut dihargai. Di antara karya intelektual itu adalah tafsir Jāmi‘ al-Bayān min Khulāṣati Suwar al-Qur’ān karya Muhammad bin Sulaiman bin Zakarya al-Solowi Artikel ini mengkaji tafsir Jāmi‘ al-Bayān dengan memfokuskan kajiannya pada empat aspek yaitu penamaan tafsir, aspek teknis penulisan tafsir, aspek hermeneutika dan genealogi. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa tafsir Jāmi‘ al-Bayan walaupun ditulis pada masa modern namun secara umum isinya tidak jauh berbeda dengan tafsir ulama klasik yang dirujuk penulis dan disebutkan dalam muqaddimah-nya. Perbedaannya, tafsir Jāmi‘
al-Bayān mengeksplorasi intisari makna secara ringkas dengan
point-point dari ayat-ayat yang dikelompokkan.

Full Text: PDF

DOI: 10.32459/nun.v2i1.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.